Mengenal 6 Jenis Sampah Spesifik

Mengenal 6 Jenis Sampah Spesifik
Tidak semua jenis sampah bisa diperlakukan sama dan cukup dibuang ke tempat sampah saja. Ada banyak jenis sampah yang memerlukan penanganan khusus agar dampak negatifnya tidak mencemari lingkungan dan membahayakan manusia. 
Oleh karena itu, setiap anggota masyarakat sudah seharusnya waspada agar sampah-sampah yang termasuk jenis ini tidak diperlakukan sama seperti rumah tangga biasa.
Jenis sampah seperti ini di Indonesia dikenal dengan sebutan sampah spesifik.
Dalam Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 2020, definisi dari sampah spesifik adalah sebagai berikut :

sampah yang karena sifat, konsentrasi dan/atau volumenya memerlukan pengelolaan khusus

Dalam peraturan ini juga dijelaskan ada setidaknya 6 jenis sampah yang masuk dalam kategori ini, yaitu

1. Sampah yang mengandung B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)

Sampah jenis ini mengandung berbagai bahan atau komponen yang karena sifat zat tersebut atau karena jumlahnya dapat membahayakan lingkungan, kehidupan manusia, dan makhluk hidup lainnya.
Sebagai contoh ada beberapa sampah yang sebenarnya termasuk sampah B3 tetapi kerap tidak disadari, terutama oleh masyarakat, seperti sampah plastik dan ponsel rusak. Kedua benda ini masih mengandung berbagai kandungan yang berbahaya bagi lingkungan dan manusia. Oleh karena itu harus ditangani secara khusus dan tidak bisa sembarangan.

2. Sampah yang mengandung limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)

Salah satu contoh limbah B3 yang banyak dihasilkan oleh kehidupan manusia sebenarnya mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.
Oli mesin bekas, aki bekas, dan oli bekas adalah beberapa jenis sampah yang mengandung bahan berbahaya dan beracun, seperti cadmium, alkaline, mercury, dan banyak zat berbahaya lainnya

3. Sampah yang timbul akibat bencana

Tahu apa yang tersisa setelah banjir bandang melanda Jakarta awal tahun 2020? Tentunya selain kesengsaraan dan rusaknya banyak rumah, ada satu lagi, yaitu tumpukan sampah dimana-mana.
Jumlahnya mencapai ribuan ton.
Jenis sampah ini masuk kategori sampah spesifik karena berjumlah sangat banyak dan memerlukan penanganan khusus agar tidak mengganggu kehidupan manusia.

4. Puing Bongkaran Bangunan

Untuk memugar bangunan , mau tidak mau banyak bagian bangunan yang harus dirubuhkan dulu. Tidak jarang seluruh bangunan harus diruntuhkan dulu dan baru kemudian bangunan baru didirikan.
Lalu, kemana puing-puing hasil peruntuhan bangunan tersebut? Mau tidak mau harus dibuang karena tetap mengandung benda-benda berbahaya bagi manusia. Jumlahnya pun sangat besar.
Bisakah dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir seperti biasa? Tidak bisa. Jenis sampah yang satu ini merupakan sampah spesifik yang memerlukan penanganan khusus.

5. Sampah yang Secara Teknologi Belum Dapat Diolah

Banyak yang mendukung Indonesia memiliki PLTN atau Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir  untuk memastikan ketersediaan listrik bagi seluruh rakyat Indonesia. Sayangnya, pemerintah belum terlalu berminat menggunakan pembangkit jenis ini dan lebih suka mengembangkan listrik dari sumber energi lainnya, seperti angin.
Tahu salah satu alasannya? Karena PLTN menghasilkan sampah berbahaya, termasuk B3 yang secara teknologi belum bisa diubah menjadi benda yang bermanfaat dan hanya bisa dibuang.
Oleh karena itu limbah radioaktif masuk dalam kategori sampah spesifik karena memang belum ada teknologi yang mampu mengubahnya untuk menjadi sesuatu yang berguna atau untuk memusnahkannya

6. Sampah yang timbul tidak secara periodik

Untuk membayangkan jenis sampah spesifik yang satu ini, bisa dibayangkan sebuah kegiatan yang melibat ribuan atau puluhan ribu massa, seperti pertunjukkan musik. Bisa juga saat panen raya. Bisa juga pembongkaran sebuah pabrik.
Kegiatan-kegiatan yang sesekali seperti ini menghasilkan sampah dalam volume yang banyak atau “besar”.
Sampah-sampah dari kegiatan-kegiatan ini pun termasuk sampah rutin.
Bila di lingkungan Anda terdapat sampah jenis-jenis tersebut di atas, ada baiknya Anda menghubungi pihak berwenang atau setidaknya pihak yang mengetahui cara penanganannya. Hal itu lebih baik daripada melakukan kesalahan dan mengakibatkan kerusakan pada lingkungan.
 

Leave a Comment