Pohon Bisa Berbicara Dan Berkomunikasi, Benarkah?

Selama ini, masyarakat beranggapan bahwa di dunia ini, spesies yang bisa berbicara dan berkomunikasi, hanyalah mereka. Hewan dan tanaman tidak bisa melakukan itu.

Binatang dianggap tidak bisa karena mereka tidak punya bahasa, sedangkan pohon karena mereka hanyalah makhluk yang tidak memiliki mulut dan mengeluarkan suara. Jadi, bagaimana mereka bisa berkata-kata untuk menyampaikan sesuatu.

Tidak heran banyak orang akan tertawa tidak percaya ketika ada yang menyebutkan bahwa tanaman akan tumbuh lebih subur ketika musik diperdengarkan kepada mereka.

Tokoh “ent” dalam film Lord of The Ring, pohon yang bisa berjalan dan berbicara layaknya manusia, dipandang sebagai cerita dongeng pengantar tidur saja.

Meskipun demikian, belakangan ini, para ilmuwan menemukan banyak bukti kalau ternyata pohon melakukan komunikasi, berbicara, dan bahkan melakukan tindakan defensif, melindungi diri jika ada yang menyerang dna melukai mereka. Tentunya, bukan dengan cara seperti yang dilakukan manusia atau hewan.

Velemir Nonkovic, seorang ekologis asal Universitas Swedia mengatakan bahwa tanaman berkomunikasi dengan sesama melalui akar.

Ia menjelaskan penelitian menunjukkan bahwa pohon sejenis mengeluarkan sinyal kepada yang lain untuk menghindari terjadinya kompetisi dalam memperebutkan wilayah.

Hasil penelitiannya memperlihatkan bahwa bibit tanaman jagung mengalami perkembangan yang berbeda dibandingkan sejawat ketika ia selama satu menit diusap memakai kuas setiap hari. Daunnya lebih banyak dibandingkan akar, sementara hal ini tidak ditemukan pada contoh lain yang diperlakukan biasa saja.

Ia juga menjelaskan bahwa tanaman mengeluarkan semacam zat ke tanah yang memberikan sinyal pada tanaman lain.

Penelitian lain dari Royal Horticultural Society menunjukkan kalau pohon tomat tumbuh 1 inci lebih tinggi jika diperdengarkan suara wanita dibandingkan pria. Uji coba ini dilakukan dengan merekam suara 10 orang, pria dan wanita, kemudian memperdengarkan rekaman suara tersebut pada jajaran pohon tomat. Satu rekaman untuk satu pohon selama satu bulan.

Salah satu pohon tumbuh sampai 2 inci, yaitu pohon dimana suara Sarah Darwin, salah satu cicit dari penelur teori evolusi, Charles Darwin.

Di Indonesia sendiri, keyakinan bahwa pohon bisa mendengar dan berkomunikasi sudah diketahui sejak lama.

Salah satunya dengan kehadiran seni “angklung gubrag” dari Bogor. Tradisi ini dilakukan salah satunya karena masyarakat percaya bahwa padi akan tumbuh subur kalau diperdengarkan alunan nada dari angklung tersebut.

angklung gebrak pohon bisa berkomunikasi

Memang, masih butuh waktu lama untuk bisa merubah pandangan kalau pohon/tanaman bisa “menyampaikan pendapat”. Meskipun demikian, semakin banyak penelitian menunjukkan bahwa yang bisa berkomunikasi bukanlah hanya manusia.

Pohon pun bisa melakukannya. Tentu, dengan cara mereka.

Leave a Comment