Permasalahan Sampah di Kawasan Citayam Fashion Week (CFW)

Siapa sih yang tidak tau dengan Tren Citayam Fashion Week yang sempat menghebohkan dunia fashion di Indonesia. Jika di Paris terdapat Paris Fashion Week sebagai ajang fashion oleh desainer terkenal. Kini, di Indonesia terdapat Citayam Fashion Week atau CFW yang telah menarik perhatian masyarakat Indonesia, bahkan kaum muda di luar negeri. Berawal sebagai salah satu tempat nongkrong anak-anak muda yang berasal dari citayam, Depok. Menjadikan asal dari nama aksi peragaan busana ini yaitu Citayam Fashion Week.

Puncak dari terkenalnya aksi peragaan busana atau fashion show ini bermula dari beredarnya video-video para anak muda di media sosial Tik-tok. Video tersebut menunjukkan berbagai macam gaya pakaian atau outfit pengguna jalan di sekitar Jalan Jenderal Sudirman, Dukus Atas, Jakarta Pusat. Kemudian, video wawancara para anak-anak muda citayam yang tak disangka juga mengundang banyak viewers.

Alhasil banyak para anak-anak muda yang ikut membuat konten dengan melakukan catwalk di zebra cross dengan berbagai fashionnya unik dan nyentrik. Aksi ini justru terus menerus mengundang lebih banyak pengunjung. Bahkan, mencuri banyak perhatian konten creator terkenal, artis, bahkan model profesional untuk ikut meramaikan Citayam Fashion Week ini.

Tren Citayam Fashion Week juga dibanjiri banyak pujian lantaran memberikan berbagai dampak positif. Seperti membuka pintu bagi para anak muda sebagai wadah eksistensi dan kreativitas sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia dengan fashion. Tak hanya itu, aksi tersebut juga memberikan keuntungan bagi para pedagang sekitar. Namun, tak sedikit juga yang menolak aksi tersebut untuk terus menerus dilakukan, karena disebut-sebut mengganggu masyarakat sekitar dan pengguna jalan.

Keramaian yang ditimbulkan dari Citayam Fashion Week ini menyebabkan macet berkepanjangan dan tertutupnya akses jalan bagi masyarakat yang melintasi jalan di sekitar Sudirman terutama “zebra cross”. Selain kemacetan, dampak negatif lainnya yang ditimbulkan adalah masalah sampah yang berserakan di sekitar Kawasan Citayam Fashion Week.

Berdasarkan petisi yang dibuat oleh Komunitas Anak Twitter Mulung tempat sampah yang minim menjadi salah satu penyebab orang-orang membuang sampah mereka di tempat terdekat mereka. Bahkan, membuangnya di area tanaman yang kemudian terhindar dari pandangan petugas kebersihan. Sehingga, sampah-sampah tersebut akan terus menumpuk dan merusak estetika tempat begitupun kenyamanan masyarakat yang berkunjung ataupun melewati Kawasan tersebut.

Sumber Foto: https://twitter.com/ATMulung

Oleh karena itu, penting untuk menanamkan inisiatif pada diri kita sebagai langkah untuk lebih peduli dan bertanggung jawab dengan kebersihan lingkungan dimanapun kita berpijak. Pernyataan “Tidak ada tempat sampah” tidak selalu bisa dijadikan sebagai alasan. Bayangkan saja jika semua orang memiliki pola pikir seperti itu akan jadi apa. Padahal sampah tersebut bisa kita simpan sementara. Kemudian buang saat menemukan tempat sampah. Karena, Sekecil apapun aksi yang kita berikan dampaknya akan sangat berdampak bagi lingkungan.

Di balik populernya Citayam Fashion Week sebagai wadah eksistensi dan kreativitas masyarakat. Tidak ada salahnya untuk tetap menjaga kebersihan, bukan? Sehingga tidak ada rasa bersalah bagi kita untuk menikmati dan membanggakan tren tersebut yang telah membawa fashion Indonesia.

Website | + posts

Leave a Comment